Posts

Kompas dan firasat, kamu memilh mana ?

Image
Beberapa hari lalu saya membuat sebuah tulisan pendek tentang pentingnya akurasi dalam sebuah pilihan. Sebenarna tulisan itu saya kutip pada sebuh video si punya catatan juang.   Begini bunyinya “Perbedaan arah 1 derajat aja di kompas bisa membua salah navigasi sampai nantinya salah tujuan. Jadi bidik tujuan itu dengan tepat dan cermat.” Kalimat yang cukup epik bagi saya. Dimana sebuah proses penentuan pilihan adalah hal yang sangat penting. Kita misalkan, sedang berada di sebuah hutan tanpa akurasi dan petunjuk arah kita akan berkeliling hutan yang tak ada habisnya. Berbeda dengan jika kita telah punya arah dan derajat yang pas kita akan dengan mudahnya menuju titik tujuan yang sedari awal kita silang di peta. Sama seperti dalam hidup, tentukan tujuannya kemudian gunakanlah cara yang pas dan tepat untuk sampai kesana. Setidaknya itu akan menghemat waktu untuk mencapai tujuan. Tapi itu cara saya, ada seorang teman yang lebih suka menggunakan firasat dalam mene...

Cara Skinning Bone Manual Dengan Blender

Image
Cara skinning manual dengan blender Entah berapa kali saya mencobanya dan mengalami kegagalan dalam melakukan skinning manual menggunakan aplikasi blender. Hal yang perlu di persiapkan : satu buah objek dan satu buah armature  bisa di dilat di bawah ini (untuk catatan ketikan meletakkan perpotongan bone letakkan di perpotangan mess atau loop objek tersebut) 2. Setelah selesai klik objek dan armature. Pastikan saat itu armature dalam kondisi pose mode. kemudian tekan CTR + P untuk memunculkan menu with empty groups. menu ini dimaksudkan agar saa objek membuat vertek group kosong. vertek group tersebut nantinya akan diisi secara manual. 3. Setelah itu cek bagian objek dan lihat pada bagian objek data disana telah ada vertek gorup yang tadinya tidak ada. vertek group tersebut ada lantaran kita telah mengaktifkan menut with empty groups. - 4. Pilih bone yang akan dijadikan sebagai tumpuan disini saya menggunakan head. klik bone head kemudian pilih objek, pilih...

Hari Ulang Tahun

Image
 “Selamat ulang tahun kami ucapkan, semoga panjang umur kita kan do’akan.....”  Sepenggal lirik lagu itu   menjadi lagu wajib yang selalu dinyanyikan saat perayaan hari kelahiran seseorang. Saya biasa menyebutkannya dengan hari ulang tahun. Layaknya lagu Indonesia Raya yang tak pernah ketinggalan dilantunkan saat pengibaran bendera, lagu itupun menjadi wajib dinyanyikan pada acara tersebut. Hari ulang tahun adalah hari di mana tanggal kelahiran seseorang dicatatkan oleh petugas kartu keluarga. Kenapa saya bilang seperti itu, karena terkadang hari kelahirannya bisa berbeda dengan catatan dalam kartu keluarga. Sebungkus kado kecil kerap saya bawa ketika menghadiri sebuah undangan ulang tahun. Isinya selalu sama, buku tulis dibungkus dengan kertas warna-warni berhiaskan pita. Terkadang   saya menambahkan sebuah pensil atau penghapus ke dalamnya.   Itu menjadi kado favorit yang selalu saya bawa. Alasannya sederhana, saya selalu mempunyai banyak...

Mau Tidak Mau Perempuan Itu Tetap Lemah

Saya baru sadar seberapa lemahnya wanita terhadap tindak pelecehan, kekerasan, dan perilaku diskriminatif lainnya. Ini adalah pengalaman pertama saya. Saya tinggal di kosan yang kebetulan bersebelahan dengan pemandu karaoke atau bahasa kerennya lady companion (LC). Jadi sudah biasa jika waktu tengah malam ada orang ketawa ketiwi atau pulang dalam keadaan sempoyongan. Seperti manusia pada umumnya. Saya berusaha melakukan salah satu ciri-ciri makhluk hidup. Menyesuakan diri dengan ritme lingkungan yang berbeda. Sesekali menyapa atau berpamitan ketika hendak berangkat kerja menjadi hal rutin yang saya lakukan. Tak ada yang mengusik pikiran saya, hingga kejadian tadi pagi. Saat itulah saya begitu berharap menjadi laki-laki sepertinya akan lebih menyenangkan. Kejadiannya ada seseorang yang menetuk pintu kamar saya dan memanggil-manggil saya “mbak... mbak.... mbak tuban... berulang ulang kali”. Saya terbangun kaget, tak biasanya hal semacam itu terjadi. Sambil kriyip kriyip ...